Minggu, 27 Maret 2011

Arema Indonesia 1 vs Sriwijaya FC 1


Sore ini Arema bertanding dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League melawan Sriwijaya FC. Minus Waluyo yang terkena akumulasi kartu kuning saat melawan Persiba Balikpapan, Arema Indonesia turun dengan komposisi terbaiknya.Perubahan komposisi starting eleven juga terjadi di posisi wingback kiri, posisi yang biasanya paten menjadi milik Beny Wahyudi kini dihuni oleh pemain muda didikan akademi Arema Indonesia Alfarizi. Sedangkan duet pertahanan dipercayakan pada Purwaka Yudhi dan Leonard Tupamahu.
Laga ini juga menjadi yang pertama bagi tim kebanggaan Arek Malang ini dalam pertandingan resmi dipimpin oleh seorang wasit asing yang bertugas di ISL pada putaran kedua ini. Adalah M. Yussof Mat Karim, wasit asal Malaysia yang berkesempatan memimpin jalannya pertandingan ini. Pertandingan ini sendiri disaksikan oleh 20.052 penonton.

Jalannya Pertandingan
Kedua tim sama-sama turun dengan motivasi tinggi pada laga ini. Arema langsung berinisiatif melakukan pressing ketat dan menggebrak pertahanan SFC. Beberapa kali usaha Arema gagal. Sebuah kesempatan datang pada menit ke-3, tendangan bebas Roman berhasil membuat kiper SFC Fery Rotinsulu bekerja keras. Serangan terus dibangun oleh Arema dan SFC. Pada menit ke 7 sempat terjadi miskomunikasi antara kiper Kurnia Meiga dengan bek Arema, beruntung bagi Arema Jajang Mulyana gagal mengkonversi menjadi gol.
Pada menit ke19, Along yang menerima umpan terobosan mendatar dari Purwaka Yudhi dijatuhkan oleh kiper Fery Rotinsulu. Pinalti untuk Arema yang diambil sendiri oleh Along gagal dimanfaatkan dengan baik. Tendangannya yang lemah berhasil ditebak oleh kiper SFC.
http://wearemania.quisys.com/images/berita/2011_03/_MG_8809
Tendangan pinalti Roman yang berhasil di tepis Fery Rotinsulu
Serangan Arema semakin gencar, pada menit 20 tendagan keras dari Alfarizi dari jarak dekat masih meneepa mistar gawang SFC, selang semenit kemudian giliran Roman Chmelo yang belum beruntung.
Sempat trerjadi insiden pada menit 28 ketika Zulkifli terjatuh ketika terjadi tendangan bebas disisi kanan pertahanan Arema. Insiden ini sempat membuat pertandingan terhenti dan beberapa pemain terlihat adu argumen. Wasit pun memutuskan tidak terjadi pelanggaran setelah berdiskusi dengan asisten wasit.
Pada menit 34, berawal dari umpan Esteban Guillen disisi kanan, T.A.Musafri yang berdiri didepan gawang berhasil menyarangkan si kulit bundar ke gawang Fery Rotinsulu. 1-0 untuk Arema.
Pada menit ke 39, Arema berhasil menyarangkan gol ke gawang SFC, sayang meskipun asisten wasit menunjukkan tanda bahwa telah terjadi gol akan tetapi wasit tetap keukeh dengan keputusannya tidak mengesahkan gol tersebut.
Babak kedua terjadi pergantian pemain dari kubu Sriwijaya FC. Busi Sudarsono masuk menggantikan Kim Yong He untuk mengejar ketertinggalan dari Arema Indonesia.
Pada menit 50 lagi-lagi akselerasi Musafri yang menghuni sisi kanan penyerangan Arema berhasil memcah pertahanan SFC dan membuat Kiper Fery Rotinsulu bekerja keras, beruntung bagi Sriwijaya, Fery beradea pada top perform. skor tetap 1-0 untuk Arema Indonesia.
Pada menit 57 kembali Arema membuat peluang matang, overlap Zulkifli disisi kiri pertahanan SFC mampu menerobos pertahanan SFC dan memberikan umpan kepada Along. Sayang flyinghead dari Along masih diatas mistar gawang SFC.
Gencar  menyerang, pertahanan Arema lengah. Menit ke 64 Budi Sudarsono berhasil membuat skor untuk SFC setelah memanfaatkan miskomunikasi antara barisan pertahanan Arema dan Kiper. Budi berhasil memasukkan bola ke gawang yang telah kosong. skor menjadi 1-1.
Penguasaan lini tengah sepertinya menjadi catatan serius pada pertandingan ini. Selepas Esteban ditarik keluar karena cedera dan digantikan Hendra Ridwan, penguasaan bola di lini tengah berkurang dan pasokan untuk lini depan Arema juga kerap kurang dan kekuarangan kreatifitas.
Tak ingin malu didepan publik sendiri, Arema Indonesia terus menggempur pertahanan Sriwijaya FC. Namun kokoh dan disiplinnya barisan pertahanan SFC membuat serangan Arema mentok dibarisan pertahanan.
Menit 85 tendangan keras Roman Chmelo dari luar kotak pinalti masih berhasil di blok oleh kiper Fery Rotinsulu. Serangan bertubi-tubi Arema mampu diredam oleh pertahanan SFC dan penampilan gemilang kiper Fery Rotinsulu membuat skor tetap 1-1 sampai peluit panjang dibunyikan,
Susunan Pemain:
Arema Indonesia:

1. Kurnia Meiga, 2. Purwaka Yudhi, 32. Leonard Tupamahu, 3. Zulkifli Syukur, 20. Alfarizi, 29. Musafri, 6. M. Ridhuan, 9. Roman Chmelo, 17. Esteban Guillen, 19. A. Busthomi, 12. Noh Alamshah

Sriwijaya FC:
12. Fery Rotinsulu, 22. Supardi, 5. Bobby Satria, 8. Thieery Gathuessi, 9. Mahadirga M. Lasut, 4. Liem Jun Sik, 40. Kim Yong He, 24. Mahyadi Panggabean, 28. Oktovianus Maniani, 25. Jajang Mulyana, 17. Keith Kayamba

0 koment:

Posting Komentar